icon play ayat

لّٰكِنَّا۠ هُوَ ٱللَّهُ رَبِّى وَلَآ أُشْرِكُ بِرَبِّىٓ أَحَدًا

لٰكِنَّا۠ هُوَ اللّٰهُ رَبِّيْ وَلَآ اُشْرِكُ بِرَبِّيْٓ اَحَدًا

lākinna huwallāhu rabbī wa lā usyriku birabbī aḥadā
Tetapi aku (percaya bahwa): Dialah Allah, Tuhanku, dan aku tidak mempersekutukan seorangpun dengan Tuhanku.
But as for me, He is Allah, my Lord, and I do not associate with my Lord anyone.
icon play ayat

لَّـٰكِنَّا۠

لّٰـكِنَّا۟

tetapi aku

But as for me

هُوَ

هُوَ

Dia

He

ٱللَّهُ

اللّٰهُ

Allah

(is) Allah

رَبِّى

رَبِّىۡ

Tuhanku

my Lord

وَلَآ

وَلَاۤ

dan tidak

and not

أُشْرِكُ

اُشۡرِكُ

aku mempersekutukan

I associate

بِرَبِّىٓ

بِرَبِّىۡۤ

dengan Tuhanku

with my Lord

أَحَدًۭا

اَحَدًا‏

seorang

anyone

٣٨

٣٨

(38)

(38)

Tafsir al-Jalalayn

Tafsir Ayat 38

(Tetapi aku) lafal Laakinna asalnya merupakan gabungan antara lafal Laakin dan Anaa, kemudian harakat huruf Hamzah Anaa dipindahkan kepada Nun lafal Laakin; atau huruf Hamzah Anaa dibuang kemudian huruf Nun lafal Laakin diidgamkan kepada Na, sehingga jadilah Laakinna (mengatakan) lafal Huwa mengandung dhamir Sya'an yang dijelaskan oleh kalimat sesudahnya; artinya, aku mengatakan, ("Allah adalah Rabbku, dan aku tidak mempersekutukan seorang pun dengan Rabbku)".

laptop

Al-Kahf

Al-Kahf

''