icon play ayat

إِذْ عُرِضَ عَلَيْهِ بِٱلْعَشِىِّ ٱلصّٰفِنٰتُ ٱلْجِيَادُ

اِذْ عُرِضَ عَلَيْهِ بِالْعَشِيِّ الصّٰفِنٰتُ الْجِيَادُۙ

iż 'uriḍa 'alaihi bil-'asyiyyiṣ-ṣāfinātul-jiyād
(ingatlah) ketika dipertunjukkan kepadanya kuda-kuda yang tenang di waktu berhenti dan cepat waktu berlari pada waktu sore,
[Mention] when there were exhibited before him in the afternoon the poised [standing] racehorses.
icon play ayat

إِذْ

اِذۡ

ketika

When

عُرِضَ

عُرِضَ

dipertunjukkan

were displayed

عَلَيْهِ

عَلَيۡهِ

atasnya/kepadanya

to him

بِٱلْعَشِىِّ

بِالۡعَشِىِّ

pada waktu sore

in the afternoon

ٱلصَّـٰفِنَـٰتُ

الصّٰفِنٰتُ

yang diam waktu berhenti

excellent bred steeds

ٱلْجِيَادُ

الۡجِيَادُ ۙ‏

yang cepat berlari

excellent bred steeds

٣١

٣١

(31)

(31)

Tafsir al-Jalalayn

Tafsir Ayat 31

(Ingatlah ketika dipertunjukkan kepadanya di waktu sore) yakni sesudah matahari tergelincir (kuda-kuda yang tenang di waktu berhenti) lafal Ash-Shaafinaat adalah bentuk jamak dari lafal Shaafinah, artinya kuda yang kalau berhenti berdiri pada tiga kaki, sedangkan kaki yang keempatnya berdiri pada ujung teracaknya atau berjinjit. Lafal ini berasal dari kata Shafana Yashfinu Shufuunan (dan cepat pada waktu berlari) lafal Al-Jiyaad adalah bentuk jamak dari lafal Jawaadun, artinya kuda balap. Maksud ayat, bahwa kuda-kuda itu bila berhenti tenang, dan bila berlari sangat cepat. Tersebutlah bahwa Nabi Sulaiman memiliki seribu ekor kuda, kuda-kuda itu ditampilkan di hadapannya setelah ia selesai melakukan salat Zuhur, karena ia bermaksud untuk berjihad dengan memakai kuda sebagai kendaraannya untuk melawan musuh. Sewaktu penampilan kuda baru sampai sembilan ratus ekor ternyata waktu Magrib telah tiba, sedangkan ia belum melakukan salat asar. Hal ini membuatnya berduka cita.

laptop

Sad

Sad

''