icon play ayat

مَا تَسْبِقُ مِنْ أُمَّةٍ أَجَلَهَا وَمَا يَسْتَـْٔخِرُونَ

مَا تَسْبِقُ مِنْ اُمَّةٍ اَجَلَهَا وَمَا يَسْتَأْخِرُوْنَ ۗ

mā tasbiqu min ummatin ajalahā wa mā yasta`khirụn
Tidak (dapat) sesuatu umatpun mendahului ajalnya, dan tidak (dapat pula) mereka terlambat (dari ajalnya itu).
No nation will precede its time [of termination], nor will they remain [thereafter].
icon play ayat

مَا

مَا

tidak

Not

تَسْبِقُ

تَسۡبِقُ

mendahului

can precede

مِنْ

مِنۡ

dari

any

أُمَّةٍ

اُمَّةٍ

suatu ummat

nation

أَجَلَهَا

اَجَلَهَا

ajalnya

its term

وَمَا

وَمَا

dan tidak

and not

يَسْتَـْٔخِرُونَ

يَسۡتَـاۡخِرُوۡنَؕ‏

mereka terlambat

they (can) delay (it)

٤٣

٤٣

(43)

(43)

Tafsir al-Jalalayn

Tafsir Ayat 43

(Tidak dapat sesuatu umat pun mendahului ajalnya) seumpamanya mereka mati sebelum ajal mereka (dan tidak dapat pula mereka terlambat) dari ajalnya itu. Lafal Yasta'khiruna dalam bentuk jamak dikaitkan kepada lafal Ummatin yang bentuknya muannats, hal ini memandang dari segi maknanya, karena ummatin berarti jamak.

laptop

Al-Mu’minun

Al-Mu’minun

''