icon play ayat

قَالَ خُذْهَا وَلَا تَخَفْ ۖ سَنُعِيدُهَا سِيرَتَهَا ٱلْأُولَىٰ

قَالَ خُذْهَا وَلَا تَخَفْۗ سَنُعِيْدُهَا سِيْرَتَهَا الْاُوْلٰى

qāla khuż-hā wa lā takhaf, sanu'īduhā sīratahal-ụlā
Allah berfirman: "Peganglah ia dan jangan takut, Kami akan mengembalikannya kepada keadaannya semula,
[Allah] said, "Seize it and fear not; We will return it to its former condition.
icon play ayat

قَالَ

قَالَ

(Allah) berfirman

He said

خُذْهَا

خُذۡهَا

ambillah ia

Seize it

وَلَا

وَلَا

dan jangan

and (do) not

تَخَفْ ۖ

تَخَفۡ​

kamu takut

fear

سَنُعِيدُهَا

سَنُعِيۡدُهَا

Kami akan mengembalikannya

We will return it

سِيرَتَهَا

سِيۡرَتَهَا

perjalanannya

(to) its state

ٱلْأُولَىٰ

الۡاُوۡلٰى‏

pertama/semula

the former

٢١

٢١

(21)

(21)

Tafsir al-Jalalayn

Tafsir Ayat 21

(Allah berfirman, "Peganglah ia dan jangan takut) kepadanya (Kami akan mengembalikannya kepada keadaannya) lafal Siiratahaa dinashabkan dengan mencabut huruf Jarnya, maksudnya ke dalam bentuknya (yang semula) kemudian Nabi Musa memasukkan tangannya ke mulut ular besar itu, maka kembalilah kepada keadaan semula yaitu menjadi tongkat lagi. Jelaslah bahwa tempat untuk memasukkan tangannya adalah tempat pegangan tongkat, yaitu di antara kedua rahang ular tersebut. Allah swt. sengaja memperlihatkan hal itu kepada Nabi Musa, supaya ia jangan kaget bila tongkat itu berubah menjadi ular besar di hadapan raja Firaun nanti.

laptop

Ta Ha

Ta Ha

''