icon play ayat

فَإِذَا نَزَلَ بِسَاحَتِهِمْ فَسَآءَ صَبَاحُ ٱلْمُنذَرِينَ

فَاِذَا نَزَلَ بِسَاحَتِهِمْ فَسَاۤءَ صَبَاحُ الْمُنْذَرِيْنَ

fa iżā nazala bisāḥatihim fa sā`a ṣabāḥul-munżarīn
Maka apabila siksaan itu turun dihalaman mereka, maka amat buruklah pagi hari yang dialami oleh orang-orang yang diperingatkan itu.
But when it descends in their territory, then evil is the morning of those who were warned.
icon play ayat

فَإِذَا

فَاِذَا

maka apabila

But when

نَزَلَ

نَزَلَ

(azab) turun

it descends

بِسَاحَتِهِمْ

بِسَاحَتِهِمۡ

di halaman mereka

in their territory

فَسَآءَ

فَسَآءَ

maka amat buruk

then evil (will be)

صَبَاحُ

صَبَاحُ

pagi hari

(the) morning

ٱلْمُنذَرِينَ

الۡمُنۡذَرِيۡنَ‏

orang-orang yang diberi peringatan

(for) those who were warned

١٧٧

١٧٧

(177)

(177)

Tafsir al-Jalalayn

Tafsir Ayat 177

(Maka apabila siksaan itu turun di halaman mereka) maksudnya, di tengah-tengah mereka. Sehubungan dengan makna lafal As-Saahah ini Imam Al-Farra mengatakan, bahwa orang-orang Arab bila menyebutkan suatu kaum cukup hanya dengan menyebutkan halaman tempat mereka tinggal (maka amat buruklah) yakni seburuk-buruk pagi hari adalah (pagi hari yang dialami oleh orang-orang yang diperingatkan itu) di dalam ungkapan ayat ini terdapat Isim Zahir yang menduduki tempatnya Isim Mudhmar.

laptop

As-Saffat

As-Saffat

''