icon play ayat

ثُمَّ بَدَّلْنَا مَكَانَ ٱلسَّيِّئَةِ ٱلْحَسَنَةَ حَتَّىٰ عَفَوا۟ وَّقَالُوا۟ قَدْ مَسَّ ءَابَآءَنَا ٱلضَّرَّآءُ وَٱلسَّرَّآءُ فَأَخَذْنٰهُم بَغْتَةً وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ

ثُمَّ بَدَّلْنَا مَكَانَ السَّيِّئَةِ الْحَسَنَةَ حَتّٰى عَفَوْا وَّقَالُوْا قَدْ مَسَّ اٰبَاۤءَنَا الضَّرَّاۤءُ وَالسَّرَّاۤءُ فَاَخَذْنٰهُمْ بَغْتَةً وَّهُمْ لَا يَشْعُرُوْنَ

ṡumma baddalnā makānas-sayyi`atil-ḥasanata ḥattā 'afaw wa qālụ qad massa ābā`anaḍ-ḍarrā`u was-sarrā`u fa akhażnāhum bagtataw wa hum lā yasy'urụn
Kemudian Kami ganti kesusahan itu dengan kesenangan hingga keturunan dan harta mereka bertambah banyak, dan mereka berkata: "Sesungguhnya nenek moyang kamipun telah merasai penderitaan dan kesenangan", maka Kami timpakan siksaan atas mereka dengan sekonyong-konyong sedang mereka tidak menyadarinya.
Then We exchanged in place of the bad [condition], good, until they increased [and prospered] and said, "Our fathers [also] were touched with hardship and ease." So We seized them suddenly while they did not perceive.
icon play ayat

ثُمَّ

ثُمَّ

kemudian

Then

بَدَّلْنَا

بَدَّلۡـنَا

Kami ganti

We changed

مَكَانَ

مَكَانَ

tempat

(in) place

ٱلسَّيِّئَةِ

السَّيِّئَةِ

yang jelek

(of) the bad

ٱلْحَسَنَةَ

الۡحَسَنَةَ

yang baik

the good

حَتَّىٰ

حَتّٰى

sehingga

until

عَفَوا۟

عَفَوْا

mereka berkembang biak

they increased

وَّقَالُوا۟

وَّقَالُوۡا

dan mereka berkata

and said

قَدْ

قَدۡ

sungguh

Verily

مَسَّ

مَسَّ

telah menimpa

(had) touched

ءَابَآءَنَا

اٰبَآءَنَا

bapak-bapak/nenek moyang kami

our forefathers

ٱلضَّرَّآءُ

الضَّرَّآءُ

penderitaan

the adversity

وَٱلسَّرَّآءُ

وَالسَّرَّآءُ

dan kesenangan

and the ease

فَأَخَذْنَـٰهُم

فَاَخَذۡنٰهُمۡ

maka Kami timpakan kepada mereka

So We seized them

بَغْتَةًۭ

بَغۡتَةً

dengan tiba-tiba

suddenly

وَهُمْ

وَّهُمۡ

dan mereka

while they

لَا

لَا

tidak

(did) not

يَشْعُرُونَ

يَشۡعُرُوۡنَ‏

mereka menyadari

perceive

٩٥

٩٥

(95)

(95)

Tafsir al-Jalalayn

Tafsir Ayat 95

(Kemudian Kami ganti) Kami berikan kepada mereka (kesusahan itu) yakni azab itu (dengan kesenangan) kecukupan dan kesehatan (hingga mereka bertambah banyak) makin banyak keturunan dan hartanya (dan mereka berkata,) sebagai ungkapan ingkar terhadap karunia Allah ("Sesungguhnya nenek moyang kami pun telah merasai penderitaan dan kesenangan") seperti apa yang sedang kami alami, memang demikianlah hukum alam itu, jadi bukanlah merupakan siksaan dari Allah, maka dari itu tetaplah kamu dengan apa yang sekarang kamu pegang. Allah berfirman, (maka Kami timpakan kepada mereka) siksaan (dengan sekonyong-konyong) secara tiba-tiba (sedangkan mereka tidak menyadarinya) sebelum saat azab itu datang.

laptop

Al-A’raf

Al-A’raf

''